Kalau untuk kami yang masih di PAUD, pemakaian baju adat ini memberikan variasi dari seragam yang harus kami gunakan tiap hari sesuai dengan jadwalnya, juga kami mengenal dan terbiasa dengan memakai kebaya atau pun lurik dan blangkon setiap Kemis Pahing.
Lalu, kenapa sih harus Kemis Pahing?
Pasalnya, Kemis Pahing adalah hari pasaran Jawa saat perpindahan Kraton Jogjakarta dari Pesanggrahan Ambarketawang (sisi barat kota Jogja) menuju lokasi Kraton Jogjakarta yang sekarang ini (alas Beringin)--daerah titik nol Jogjakarta sekarang.
Nah, ternyata kita belajar dari sejarah berdirinya kota Jogjakarta ya.
Jadilah, setiap Kemis Pahing semua murid di DIY wajib memakai pakaian adat Gagrak Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dan, inilah momen saat kami mengenakan pakaian adat yang keren abis ini. Meskipun kami mengenakannya dengan sederhana.
Ucapan terima kasih kepada Ayah Bunda yang sudah menyediakan pakaian adat ini dengan penuh kasih dan patuh kepada peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DIY.
Semangat untuk murid-murid yang rela memakai pakaian adat ini. Walaupun mereka memakai jarik yang sempit, tetap aja tidak mengurangi keceriaan kami bermain di Sekolah Chipmunk.

No comments:
Post a Comment